Pilkada Cilacap 2022, Adi Saroso: Pilih Bupati yang Tidak Beli Biting

Home / Berita / Pilkada Cilacap 2022, Adi Saroso: Pilih Bupati yang Tidak Beli Biting
Pilkada Cilacap 2022, Adi Saroso: Pilih Bupati yang Tidak Beli Biting Adi Saroso saat diwawancara. (FOTO: Estanto/TIMES Indonesia)

TIMESPONOROGO, CILACAPPilkada Cilacap 2022 memang masih lama. Namun grengseng siapa bakal calon yang akan maju memimpin kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta itu, mulai santer menggeliat di permukaan.

Beberapa pekan sebelumnya sudah terdengar nama Nurul Huda bakal maju menjadi calon kandidat bupati lewat Partai NasDem.

Setelah itu sepi. Kini, Partai Gerindra menyatakan sudah punya bakal calon bupati yang akan diusung, yakni berasal dari kader Gerindra.

"Calonnya harus dari kader Gerindra," tandas Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Cilacap, Adi Saroso, Selasa (18/2/2020).

Kenapa, karena menurutnya beberapa kali pilkada dengan mencalonkan bukan dari kader, setelah itu banyak yang mundur.

"Ini merupakan pengalaman berharga bagi Partai Gerindra ke depannya. Bahwa calon bupati dari Gerindra akan diambil dari kader sendiri. Dan kader yang dicalonkan banyak sekali dan semuanya siap untuk dicalonkan," ungkap Adi.

Dan mudah-mudahan tahun ini Gerindra tidak akan kecolongan.

Tentang kontrak politik, Adi menjawab bahwa itu hobi dia. Kontrak politik yang benar itu setiap tahun meningkatkan PAD yang tidak memberatkan rakyat.

Kontrak politik seperti dan harus dilakukan biar tidak ada money politic. "Dan Gerindra selama ini tidak ada mahar-maharan," tandasnya.

Adi menjelaskan, sekarang yang jadi permasalahan kan rakyatnya. Kalau masyarakatnya sekarang masih mengharapkan jual biting, rusak negara ini.

Jika salah satu kader menjadi bupati, menurut Adi tidak perlu mencari siapa yang jadi pendampingnya sebagai wakil bupati, tapi yang penting itu calon wabupnya pekerja keras.

"Kader Gerindra itu tidak pernah takut jika ditugaskan menjadi apapun. Kita tidak bisa menolak tapi kita bisa mengukur kekuatan," ungkapnya.

Dengan Gerindra sekarang 6 kursi, lanjut Adi, untuk koalisi dengan partai apapun siap.

Jika partai pengusung di bawah 6 kursi ya harus tahu dirilah, juga kalau koalisi dapat kursi di atas 6 ya juga harus tahu diri.

Gerindra itu targetnya R-1.

Kalau Adi ternyata dicalonkan sebagai bupati oleh partai, dia menyatakan siap. "Kalau diperintah partai saya siap," ucapnya.

Disinggung kekalahan saat Pilkada Pacitan, Adi mengakui kalau dirinya pasti kalah karena tidak punya uang. "Saya kalah karena nggak punya duit," katanya terus terang.

"Saya itu nggak beli biting. Coba tanya dan sampeyan sendiri juga monitor," ujarnya.

Disinggung rakyat Cilacap sudah mau pasang gambar dengan tulisan Adi Saroso for Bupati Cilacap, Adi menjawab dengan tertawa panjang.

Menurutnya, sepanjang nggak merugikan masyarakat, biarkan saja wong itu aspirasi masyarakat. Apalagi masyarakat sekarang sudah pinter.

Uang itu tidak penting, yang penting itu tabungan kinerjanya.

"Kalau tabungan kinerjanya mbenteleye ya mestinya nggak akan dipilih. Kepengin saya yang jadi bupati itu pilihan rakyat sejati. Jangan karena uang," tegasnya.

"Rakyat siap nggak milih bupati sejati? Milih bupati karena cocok kinerjanya. Siap ndak?!."

Sebab banyak bupati dan wali kota di Indonesia bermasalah, ada sekitar 300-an.

Bupati ke depan harus meningkatkan PAD dan tidak memberatkan rakyat. Gali potensi daerah. Anggaran sekarang harusnya lebih terbuka karena mencapai Rp 3,5 triliun. Beda dengan dulu yang cuma Rp 1 triliun.

"Saya ndak seneng kalau memilih bupati karena dibeli. Sebab akan menjadikan pemimpin yang nggak bagus," katanya.

Pilih bupati dan wabup yang tidak beli biting di Pilkada Cilacap 2022. Nawaitu-nya bener-bener mengabdi di masyarakat. Yang  beli biting itu tidak aman. Namun, ujar Adi Suroso, gaya memimpin tiap orang itu berbeda. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com