Tiga Bulan Menganggur, Sopir Jip Wisata Bromo Berharap pada New Normal

Home / Berita / Tiga Bulan Menganggur, Sopir Jip Wisata Bromo Berharap pada New Normal
Tiga Bulan Menganggur, Sopir Jip Wisata Bromo Berharap pada New Normal Deretan angkutan jip di Taman Nasional Bromo (Foto : Ovan Setiawan / TIMES Indonesia)

TIMESPONOROGO, MALANG – Fase new normal yang didengungkan oleh pemerintah memberikan harapan baru bagi pelaku wisata di lingkup Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), namun demikian mereka masih menunggu kapan dibukanya lokasi wisata di Bromo tersebut.

"Adanya fase new normal memang memberikan harapan bagi pelaku wisata. Terutama kami di paguyuban jeep, sejak mewabahnya Covid-19 terhitung selama 3 bulan kami menganggur," ungkap Wilda Hangga, Ketua Paguyuban Bromo Tengger Semeru Trans 4x4 kepada TIMES Indonesia pada Rabu (3/6/2020).

Selama kurun waktu tiga bulan tersebut, menurut Wilda banyak sopir jip yang memilih untuk alih profesi. Sebab mereka harus memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Sebelumnya memang banyak yang menggantungkan pada profesi sebagai sopir jip, tapi semenjak ada Covid-19 dan sektor wisata ditutup maka banyak yang memilih profesi lain untuk menghidupi keluarga," ungkapnya.

Terkait pembukaan sektor pariwisata, sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sektor pariwisata akan dibuka secara bertahap. Namun dirinya mengingatkan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, banyak yang harus diperhatikan.

Agar bisa kembali dibuka, sektor pariwisata juga membutuhkan pertimbangan yang matang dan melalui prosedur yang ketat. sektor pariwisata dapat beroperasi di suatu daerah jika R0 (basic reproductive number, R-naugt) atau potensi penularan Covid-19 tercatat di bawah 1.

"Rt (R effective)-nya di bawah 1, sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata tetapi sekaligus dengan pengendalian protokol yang ketat," ungkapnya.

Jika melihat pernyataan presiden, bisa jadi sektor wisata juga bergantung pada penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah terutama setelah diterapkannya PSBB.

Di kawasan Bromo sendiri secara geografis diapit oleh empat Kabupaten, yakni Kabupaten Pobolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com